Kamu GILAAA??? Nih Obatnya ..^_^

By.Nurmila Sari

Ni para professor dari berbagai negara..kira-kira tingkah laku  mereka seperti ini bisa dikataka Gila ga ya??hi..hi

Kisah ini merupakan kelanjutan dari perjalananku selama praktek di RS Jiwa Prof. H.B. Sa`anin-Padang. Praktek yang berlangsung selama 2 bulan tersebut sungguh sangat banyak kisah menarik dan inspiratif yang dapat di ambil sebagai pelajaran, terutama bagi saya yang menceritakannya..he..he. Untuk itu saya tuliskan kisah ini dari sisi ilmu kefarmasiannya dengan segenap kemampuan yang saya miliki dengan harapan dapat bermanfaat bagi yang membaca..amiin..

Nah..sebelumnya saya telah menceritakan kisah tentang berbagai  pemandangan yang ada di RSJ itu..Sekarang saya akan menceritakan kisah yang saya alami ketika di Minggu pertama saya praktek disana. Berhadapan dengan begitu banyak pasien yang secara bahasa kita katakan tidak “NORMAL”, atau lebih sering pasien-pasien di RS ini di panggil dengan sebutan “Orang Gila”..Sebenarnya saya sangat tidak setuju dengan panggilan ini yang tentu saja tidak bisa di generalisasikan..tidak semua pasien di RS ini pantas di sebut orang gila. Salah satunya mungkin pasien-pasien di Instalasi NAPZA bisa dijadikan contoh pasien yang sama sekali  tidak GILA (kisah tentang pasien NAPZA ini akan saya bahas di tulisan selanjutnya, insyaALLAH).

Secara medik gangguan mentalitas/ jiwa disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmiter dalam otak yaitu dopamin dan serotonin, yang dapat terjadi karena berbagai sebab. Tingkatan gangguan jiwa atau gangguan mentalitas ini di kelompokkan menjadi 12 tingkatan. Mulai dari yang paling ringan hingga yang paling berat. Bila telah mencapai tingkat yang ke 12 barulah pasien di katakan gila. Pembagian ini didasarkan pada gejala- gejala yang tampak dan juga hasil interprestasi data laboratorium baik barupa ECT ataupun pemeriksaan kadar prolaktinnya. Tidak mudah untuk menentukan diagnosa dari pasien dengan penyakit gangguan jiwa karena begitu banyak faktor yang penyebab penyakit jiwa. Dalam anamnesa terhadap  pasien gangguan jiwa tentu saja tidak mungkin untuk menanyakan langsung pada si pasien mengenai keluhan yang mereka rasakan. Untuk itu informasi utama dikumpulkan dari keluarga pasien, bila memungkinkan juga melalui teman dekat pasien, kekasih pasien, tetangga atau orang- orang dilingkungan dimana pasien sering berinteraksi sosial. Mungkin saja untuk bertanya pada pasien langsung bila si pasien bisa di ajak bekerja sama, namun tidak dapat di percaya begitu saja.

Beberapa hal yang penting untuk diketahui dan ditanyakan pada keluarga pasien adalah sebagai berikut:

  1. Apakah pasien memilki gangguan fisik atau tidak
  2. Apakah ada masalah selama ini terhadap perkembangan jiwa si pasien
  3. Faktor kelainan yang dimiliki
  4. Faktor lingkungan
  5. Faktor adat istiadat
  6. Agamannya
  7. Budaya dimana pasien biasa tinggal

Dari kesemua jawaban yang diberikan maka hendaklah di telusuri dan di amati apa faktor pencetus pasien bisa terkena gangguan jiwa (sebenarnya saya ingin menjabarkan megapa pertanyaan- pertanyaan di atas yang harus di tanyakan, tapi itu butuh pembahasan yang cukup panjang, perhaps next time). Sebelum memastikan diagnosa maka haruslah memperhatikan diagnosa banding lain sebelum pengambilan keputusan.

Secara umum pasien dengan gangguan jiwa di obati dengan obat-obat psikotik. Obat  psikotik yang diberikan misalnya:

  • Golongan Fenotiazine seperti : Chlorpromazine, Trifluoperazine, Flufenazine
  • Golongan Thioxanthin seperti Protixen
  • Golongan Butirofenon seperti Haloperidol
  • Golongan Butil Piperidin seperti Pinozide

Ketika praktek di RS itu, terus terang saya dihantui oleh rasa takut yang bercampur dengan kengerian. Takut karena pasien yang dihadapi memiliki tingkah laku yang berbeda dari kebiasaan. Berbeda disini yang saya maksud adalah cara komunikasi yang berbeda, cara memandang orang lain yang berbeda, cara berpakaian yang berbeda, cara berbicara yang berbeda, cara berjalan yang berbeda. Tiga kelainan yang disebutkan terakhir  umumnya lebih di karenakan terjadi akibat penggunaan obat- obatan psikotik dalam jangka waktu yang cukup lama. Efek samping obat-obatan ini biasanya dikenal dengan istilah “Ekstra Piramidal”.  Eksta piramidal ini menyebabkan gangguan sistem motorik pada pasien dimana pengaturannya terdapat pada jalur Nigro striatal akibat penghambatan yang berlebihan pada reseptor dopamin. Secara visual paling mudah terlihat pada pergelangan tangan si pasien. Tangannya menjadi Tremor dan tidak bisa diam, juga terkadang juga terlihat pada mulut pasein yang sukar di katupkannya karena lidah pasien yang agak tertarik ke dalam, juga pasien berjalan sangat kaku seperti robot.

Penggunaan obat- obat psikotropika sebenarnya sangat berbahaya karena pada dosis kecil saja dan dalam pemakaian beberapa hari terkadang pada pasien tertentu telah memperlihatkan gejala efek samping utama berupa ekstrapiramidal tersebut. Efek samping  ekstrapiramidal itu muncul berupa :

  1. Parkinsonisme

Muncul setelah 1-3 minggu setelah pemberian obat, terdapat trias gejala parkinsonisme yaitu tremor, bradikinesia dan rigiditas.

2. Reaksi Distonia

    Kontraksi otot singkat atau bisa juga lama yang ditandai dengan muka menyeringai, gerakan dan anggota tubuh tidak terkontrol.

    3. Akanthisia

      Ditandai dengan perasaan subjektif dan objektif dari kegelisahan, tidak bisa santai, gugup.

      4.Diskenesia tarda

        Efek samping ini timbulnya lambat, terjadi pada pengobatan jangka panjang dan bersifat irreversibel, berupa gerakan involenter yang berulang pada lidah, wajah, mulut, rahang dan anggota gerak dan gerakan ini hilang saat tidur.


        Efek samping obat yang telah kita jabarkan sedikit di atas merupakan ESO yang muncul akibat pemakaian obat psikotik jenis “Typical” dengan gejala utama ekstrapiramidal. Namun saat ini telah terdapat obat psikotik jenis baru yang di kenal dengan nama obat-obat “Atypical”.

        Obat atypical ini dipercaya mampu meminimalisir atau bahkan  meniadakan eso berupa ekstrapiramidal. Penjelasannya adalah obat- obat antipsikotik atypical merupakan antagonis terhadap reseptor serotonin 5-HT2 dan dopamin D2 , selain itu juga bekerja pada banyak reseptor lainnya. Singkatnya obat-obat atypical ini dapat meningkatkan pelepasan dopamin pada jalur Mesokortikol sehingga efeknya lebih baik dan efektif dalam mengobati  gejala negatif pada Schizoprenia (obat typical tanpa serotonin antagonis).  Obat psikotik typical tidak mampu meniadakan gejala negatif yang muncul. Gejala negatif merupakan salah satu gejala pada pasien schizoprenia berupa ketidakmampuan untuk fokus, ketidakmampuan merawat diri, tidak bersahabat dan kehilangan inisiatif. Gejala lainnya berupa gejala positif seperti halusinasi, delirium dan waham. Atypical dengan antagonis 5 HT2 pada jalur Nigrostriatal menyebabkan pengaturuan terhadapa dopamin yang dilepaskan, sehingga eso berupa ekstrapiramidal dan diskenesia tarda tidak terjadi.

        Dengan beberapa keunggulan yang dimiliki oleh obat-obat psikotik atypical menjadikannya sebagai terapi  generasi pertama. Yang termasuk dalam obat- obat atypical anatara lain :

        • Risperidone
        • Klozapine
        • Sulpiridin
        • Quetiapine
        • Ziprasidone
        • Olanzapine

        Namun bagaimanapun juga sehebat apapun oba-obatan itu saya harap tak satupun dari kita yang berniat untuk mengkonsumsi obat-obatan di atas ya..karena itu berarti anda telah dapat gelar baru dan sebutan baru yaitu “GILA”..he..he^_^. Jadi betapa beruntungnya kita karena masih sehat baik secara fisik maupun mental, janga lupa untuk trus bersyukur ya teman!!

        Tulisan saya ini saya sudahi dulu karena memang saya rasa sudah cukup untuk sementara waktu. Semoga lain kali saya bisa menulis dan membahas lebih jauh tentang apa saja dan moga bermanfaat buat orang lain.

        NB. Tulisan ini adalah hasil pengalaman dan berdasarkan penelusuran berbagai literatur  yang saya cari sebelumnya untuk pengetahuan sendiri. Jadi saya harap ini juga bisa menjadi pengetahuan buat yang lain..Tq.







        3 thoughts on “Kamu GILAAA??? Nih Obatnya ..^_^

        Leave a Reply

        Fill in your details below or click an icon to log in:

        WordPress.com Logo

        You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

        Twitter picture

        You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

        Facebook photo

        You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

        Google+ photo

        You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

        Connecting to %s