Petualangan PKP industri Apoteker

Setelah berpetualang dengan pasien- pasien dengan gangguan jiwa, sekarang saatnya saya berkesempatan untuk belajar dan menimba ilmu ke Industri  farmasi yang memproduksi obat-abatan bagi banyak pasien.

Industri farmasi merupakan salah satu sarana kesehatan dibidang farmasi yang memiliki fungsi pokok dalam pengadaan dan produksi obat-obatan yang bermutu tinggi yang menunjang tercapainya derajat kesehatan yang optimal dan terwujudnya pemerataan kesehatan bagi masyarakat. Perwujudan tanggung jawab keprofesian apoteker di industri farmasi dituangkan dalam peranan manajemen dan penerapan cara pembuatan obat yang baik sehingga mutu obat yang diproduksi dapat terjamin. Untuk itu apoteker dituntut untuk dapat melaksanakan perannya dengan memiliki kemampuan dalam mengelola industri baik dari segi tanggungjawab dan manajemen secara keseluruhan. Ternyara industri itu adalah PT. Tanabe Indonesia Sekelumit tentang PT. Tanabe Indonesia yang terletak di Jl. Rumah Sakit No. 104, Ujung Berung, Bandung.

PT. Tanabe Indonesia merupakan salah satu industri farmasi yang telah menerapkan CPOB dan turut serta dalam upaya penyediaan obat untuk menunjang program pembangunan kesehatan nasional. PT. Tanabe Indonesia telah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Hidup (SMK3LH) sehinggga tercipta lingkungan kerja yang aman, sehat, bebas kecelakaan kerja (zero accident) dan bebas pencemaran lingkungan (zero environment complaint).

Akan tetapi saat ini yang ingin lebih ku ceritakan adalah kisah perjalanan kami untuk mencapai Industri ini. Cukup banyak halangan yang menyandung langkah saya untuk sampai ke Tanabe ini. Di mulai dari pasangan PKP yang belum jelas siapa orangnya (antara Hilmarni dan Gelar Putra Fitra), pengurusan surat pengantar dari fakultas, pencarian tiket pesawat yang sangat sulit dan mahal karena berbarengan dengan hari libur yang panjang, juga keadaan yang lagi ga enak body alias sakit menjelang keberangkatan, peluang untuk nginap 1 malam di Soekarno Hatta, mencari lokasi travel menuju bandung, mencari taksi dan menemukan tempat kos..fuih..fuih..sasak angok saya menceritakannya..^_^"Hilmarni"

Perjalanan kami {saya dan Hilmarni di jodohkan sebagai pasangan Ideal untuk PKP d TANABE kali ini, karena ternyata Gelar telah terdampar di Pyridam dan di sandra oleh Jablai (kesaksian seorang rekannya di Pyridam…bukan saya lho..wkwkwkwk}. karena cukup susah mencari tiket dan mengcancel jadwal keberangkatan kami yang awalnya tgl 25 Mei 2010 akhirnya kami berangkat pada tgl 28 Mei 2010. Lega karena mendapat tiket dengan harga yang miring, akan tetapi waktu kebarangkatan yang sedikit menjadi masalah yaitu pukul 18.55 WIB. Alhasil dengan berbagai pertimbangan kami memutuskan untuk tetap berangkat dan menyangka bakal ada yang menanti kedatangan kami (karena memang rencana awalnya gitu). Sesampainya di Jakarta waktu tlah menunjukkan pukul 20.30 WIB..menunggu bagasi hingga jam 21.15 WIB..ternyata orang yang diharapkan untuk datang menjemput tak jua kunjung datang dan fiktif belaka..Bila tetap melanjutkan perjalanan tentunya kami baru akan sampai di Bandung sekitar pukul 00.00 WIB, tanpa gangguan teknis seperti macet, nunggu penumpang, kecelakaan, ban bocor dll. Wah ga kebayang sampai di Bandung dalam keadaan gelap gulita begitu dan tak tau dimana Rimbanya tempat kos yang sudah kami pesan 2 minggu yang lalu via telpon itu.

Muncullah ide untuk menginap di Bandara Soekarno- Hatta saja untuk satu malam..he..he (emang udah ada niat sih sebenarnya..^_^). Pengen  tau gimana rasanya dan gimana tips dan triknya untuk menghabiskan waktu di airport. Tapi kemudian kami mendapat telpon dari salah satu kerabatnya ciil (nama akrab Hilmarni) bahwa akan di jemput di Kampung Rambutan. Jadi kami harus naek Damri dulu sekitar 1 jam lagi. .(padahal perut saya sangat sakit ntah karena memang sedang dalam keadaan tidak enak badan atau karena makan malam kami yang terlewatkan). Setibanya disana ternyata belum juga ada yang menjemput kami dan harus menenggu lagi..ketika datang alangkah kagetnya temen ciil melihat kami membawa barang seabrek hingga tak muat di mobil Jimmy nya itu..(terpaksa kami berdesakan dan duduk bersama barang- barang dengan kaki terlipat..*ibo wak lai*). Setelah jam 00.00 barulah kami sampai di kediaman temannya Ciil tersebut. Singkatnya keesokan harinya kami memutuskan untuk langsung menuju Bandung dengan travel, awalnya naik Baray* dengan pertimbangan ongkos lebih murah, namun jam keberangkatan tidak cocok. Akhirnya kami berbelok arah mencari travel lainnya dengan jam keberangkatan yang lebih cepat namun lebih mahal yaitu X-*ans. Senang banget karena ternyata hanya kami berdua yang ada di Travel itu, serasa merental mobil pribadi..hi..hi. Pukul 12.30 WIB kami sampai di Bandung tepatnya di MTC (Buah Batu, Bandung). Saatnya menuju ke lokasi ujung berung, pesan taksi tapi dalam 2 jam tak muncul, lalu kami cari angkot untuk di Carter tapi ga bisa juga..(hal ini kerena Bandung lagi di banjiri dengan banyak orang dalam rangka liburan). Duh..gimana caranya ya supaya nyampe di lokasi itu..??kami Bingung, tapi untunglah pegawai travel agency kami sangat ramah dan membantu dan berusaha menghubungi servis taksi secara berulang- ulang. Pukul 15.00 WIB kami tiba di kos kami yang ternyata memang benar- benar di ujung..he..he..alias  jauh nek!!

Ibu kos kami masih sangat muda and gaul gitoh,walaupun anaknya sudah pada Gede`. Sehingga panggilan yang awalnya “ibu” berubah menjadi “teteh”..asli gaul banget ni ibu. Dapat kamar dilantai 2..Tidaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaak….oh tidaaaak..tak sanggup rasanya untuk mengangkat koper- koper dan barang bawaan yang begitu banyak ke kamar kos itu. Tapi si teteh pengertian juga dan menyuruh Aa nya untuk membantu memindahkan seabrek bawaan kami ke lantai 2.Hosh..hosh..hosh..sesampai di kamar napas kami sudah tersengal dan badan sudah sangat lemah. Ketika pintu kamar di buka alamak sprei tempat tidurnya bikin hilang selera karena dekil dan***(sensor). Trus ada lemari di selimuti dengan debu yang tebal, plus ketika lemarinya dibuka ketemu si kecoak alias kapuyuak lagi mondar mandir didalamnya. Sontak saya dan Ciil teriak dan mengeluh..ciil malah hampir menangis dan minta segera pulang ke Padang.(ha..ha..ha. demi memperjuangkan profesi kami ..yah paik,,paik snek di lulua juo).

Harus mencoba menyesuaikan diri dengan kamar yang akan kami tinggali selama kami PKP di industri tanabe ini. Trus kami baru sadar klo kamar mandinya ada dimana ya??ternyata ada dilantai bawah, jadi mesti naek turun untuk keperluan MCK ke lantai bawah..mungkin biar cepat langsing and ganti olahraga kali ya..malam menjelang dan saya tekan tombol saklar lampu kamar kami, ternyata tak ada cahaya yang berarti menerangi kamar ini alias remang- remang..ondeh mandeh lah lengkap sudah penderitaan kami (wkwkwk,,Lebay Mode ON).  Selanjutnya sebelum kami tidur kami ganti sprei dengan yang kami punya, bersih- bersih, susun barang dll. Dibuat senyaman mungkin agar kami betah dikamar kos Ujung Berung ini..

Nah itu lah sekelumit kisah perjalanan kami menuju lokasi PKP industri di PT. Tanabe Indonesia. Padahal belum terjun langsung ke lokasi PKP, hanya menuju tempat kos saja. Entah apa yang akan kami hadapi ketika masuk dalam industri itu nanti..klo itu mah ntar kita sambung lagi kisahnya. Catatan ini saya buat hanya untuk berbagi rasa dengan rekan- rekan saya sesama profesi. Mereka pasti punya pengalaman yang berbeda dan menarik juga sehubungan dengan PKP profesi Apotekernya..Semoga petualangn dan perjuangan anak- anak profesi apoteker tidak hanya sekedar  celotehan kisah belaka, tapi mampu menumbuhkan kesadaran dan membentuk pribadi yang baik dan bertanggung jawab terhadap profesinya kelak. Karena sungguh tidak mudah dan butuh banyak pengorbanan untuk mencapai gelar APOTEKER ini. Ayo semangat PKP nya ya, walaupun banyak tantangan, halangan dan bahkan cemoohan  dari berbagai pihak!!! JANGAN MENYERAH, KITA PASTI BISA MEMBUAT PROFESI INI TIDAK TERMARGINALKAN lagi..

NO PHARMACIST…NO SERVICES

TANYA APOTEKER…BIAR  AMAN

Saya petikkan sebuah FirmanNYA :“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya” (Al- Baqoroh 286).

Jadi Ayo SEMANGAT dalam berbuat kebajikan..Do The Best All The Time Pharmacist!!

4 thoughts on “Petualangan PKP industri Apoteker

  1. Btw, ada yang kelupaan:
    STATISTIK
    # Narsisitas: +++ – –
    # Pelebayan: ++++ –
    # Pembohongan publik: + – – – –
    # Kadar kelucuan: + – – – –
    # Inspiratif: – – – – –
    # Educational: + – – – –

    Haha… peace all…

  2. ya mks u sarannyo yori..btw tu ga bohong and sedikit lebay..(kan dah d akui d atas). justru krna inspiratif makanya bs muncul tulisan ini…justru yr yg mlakukan pmbunuhan kreativitas…wheek..!!
    mks sdh menjadi hakim yg sangat menghakimi…pembunuhan ha..ha..
    Peace..^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s