Tak bisa Jauh..jauh dari Rokok!!??

Sehubungan dengan hari tanpa tembakau sedunia yang jatuh tiap tanggal 31 Mei, maka muncul berbagai aksi mengkampanyekan bahaya rokok, anti rokok, hidup sehat tanpa rokok dan lain sebagainya. Namun sayang sekali hal ini hanya sebatas koar koar yang tidak memiliki kekuatan yang berarti sama sekali. Sekedar aksi ingin tetap eksis dan ikut berpartisipasi dalam meramaikan media dan pemberitaannya saja. Kenyataanya dilapangan saat ini justru industri rokok terus berkembang dan mengalami kemajuan yang sangat signifikan. Bahkan di saat krisis dahulu saja industri rokok masih tetap kokoh berdiri di negara RI yang tercinta ini. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang semester I-2009 industri pengolah tembakau justru memberikan kontribusi paling tinggi terhadap peningkatan produksi pengolah besar dan sedang yaitu sebesar 27,97%. Dengan demikian bila produksi meningkat korelasinya sejalan dengan pertambahan jumlah individu perokok di Indonesia. Bayangkan untuk beberapa puluh tahun kedepan bagaimana kemegahan kerajaan industri rokok terus bercokol di bumi kita.

Belum lama ini kita juga di hebohkan dengan ditemukannya seorang bocah asal Musibanyuasin     (Sumsel) 2,5 tahun,  yang memiliki kebiasaan merokok sejak usianya 11 bulan. Walaupun telah diambil tindakan atas fenomena ini, tetap saja itu tidaklah cukup. Tindakan dilakukan hanya sebatas pada hal- hal yang tampak atau terkuak ke publik saja. Bagaimana dengan bahaya lain yang mengancam akibat tembakau, rokok dan industri rokok??

Banyak faktor dan alasan mengapa sangat sulit menghilangkan kebiasaan merokok, baik dikalangan Pria, wanita, bahkan anak/remaja sekalipun. Pada pria ada momok tersendiri bila ia tidak ikut serta menghisap rokok. Kakak saya berbagi cerita ketika dulu remaja, seorang pria yang tidak merokok akan di sebut- sebut “banci/ tidak macho/ tidak jantan/ pengecut” atau image lainnya yang membuat mereka merasa minder dikalangan sesamanya yang merokok.( syukurlah kk saya tidak tergoda..^_^). Kalangan wanita sendiri alasan mereka merokok di antaranya adalah kesetaraan gender, ingin terlihat seksi (ini saya tidak habis pikir) dan ada juga yang pengen langsing (ada-ada saja alasannya). Pada remaja dan anak lain lagi ceritanya, namun mayoritas adalah karena faktor ikut-ikutan dan lingkungan yang buruk. Secara umum penyebab kebiasaan merokok begitu merebak saat ini menurut hemat saya adalah :

1. ketidaktegasan kebijakan tentang larangan merokok

ini terlihat dalam adanya kasus korupsi terhadap ayat 2 pasal 113 dalam UU kesehatan. Pada sidang Parripurna DPR pada 14 September 2009 UU Kesehatan itu disahkan tanpa ayat 2 pasal 113 yang berisi tentang tembakau,

padahal sebelumnya pada draftnya ayat tersebut jelas- jelas ada.

Ayat 2 Pasal 113 UU Kesehatan itu berbunyi: “Zat adiktif sebagaimana dimaksud pada ayat 1meliputi tembakau, produk yang mengandung tembakau, padat, cairan dan gas yang bersifat adiktif yang penggunaannya dapat menimbulkan kerugian bagi dirinya dan atau masyarakat sekelilingnya”.

Ternyata tidak hanya uang dan harta benda yang bisa di korupsi, tapi juga pasal. Walaupun ujung-ujungnya akan bermuara pada uang dan harta.

2. Ketergantungan terhadap industri rokok

Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa industri rokok merupakan salah satu penyumbang  devisa terbesar setelah Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) bagi negara kita. Sekitar 7 % penerimaan negara merupakan sumbangan dari cukai hasil tembakau yang diperoleh dari JHT (jenis hasil tembakau) berupa rokok sigaret kretek mesin, rokok sigaret tangan dan rokok sigaret putih mesin, yang dihasilkan oleh industri rokok.

Industri rokok juga memberi banyak kontribusi bagi masyarakat di antaranya lapangan pekerjaan bagi buruh, biaya di dunia pendidikan, olahraga, sosial dan lain sebagainya. Bahkan sekarang yang lagi menjamur adalah berbagai merk rokok berlomba dalam menyediakan dan memfasilitasi toko- toko yang telah dimiliki oleh masyarakat agar terlihat lebih bagus dan ekslusif. Walaupun kita semuanya telah mengerti dengan baik  maksud kesemua kebaikan tersebut.

3.  Minimnya kesadaran masyarakat akan bahaya rokok

Dari segi keilmuawan, rokok sudah dipastikan sangat berbahaya bagi kesehatan. Banyak penyakit yang muncul pada perokok akibat kandungan kimaiwi didalamnya. Yang lebih ironisnya lagi adalah dalam tiap iklan dan kemasan rokok tersebut sudah jelas-jelas dicantumkan bahaya merokok berupa “Merokok dapat menyebabkan Kanker, impotensi dan Gangguan Kehamilan…” tapi ini tidak juga menyadarkan akan bahaya merokok. Menurut WHO, tiap satu jam tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia.

Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Masih mau merokok??

Banyak upaya yang dilakukan untuk meminimalisir kebiasaan merokok, misalnya tanda “Di larang merokok, No Smoking Area ataupun sanksi yang dikenakan bagi perokok diberbagai tempat umum/sekolah/ kantor/ universitas, tapi tetap tidak membuat si perokok jera. Rokok tidak saja membahayakan diri sendiri, tapi juga orang lain yang berada disekitarnya. Terus terang saya sangat tidak nyaman dan merasa terganggu ketika saya berada dekat dengan perokok. Tidak sadarkah anda (baca : si Perokok) bahwa anda telah meracuni orang lain yang terpapar langsung oleh kepulan yang anda hembuskan saat merokok??? Baik anda sengaja ataupun tidak, itu sudah anda lakukan. Sebagai penutup, mungkin sebaiknya kita kembali mengkaji dan membenahi kesemerautan yang ada. Termasuk salah satunya tentang kebiasaan membakar uang (rokok). Tidak perlu jauh-jauh untuk menyalahkan pihak tertentu atas kebiasaan ini, karena sebanarnya ini adalah masalah kita bersama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s