Natural Product Chemistry..Make it Simple Pliz!!

KBA Team in Action

Setelah beberapa lama ini saya fokus di bidang Kimia Bahan Alam (KBA), maka saya ingin berbagi tentang banyak hal yang saya tahu. meskipun sedikit, tapi setidaknya dapat bermanfaat bagi orang lain..at least “seseorang”. Semasa saya kuliah S1 dulu, saya merasa sangat kebingungan karena tidak adanya cara yang pasti dalam melakukan suatu teknik ataupun mengopresikan suatu alat. Mungkin juga bisa dikatakan kita butuh suatu standar atau SOP (Standar Operational Procedure). Meskipun pada tiap laboratorium kita dapat bertanya kepada orang yang lebih tahu (asisten atau analis), tapi tetap saja menimbulkan kebingungan. Karena tiap individu punya jawaban dan cara yang berbeda.

Memang teknik dalam isolasi senyawa di bidang Kimia Bahan Alam sebenarnya adalah suatu “seni” juga. Namun hal itu butuh jam terbang bagi seseorang (baca: peneliti), sehingga mampu berimprovisasi atau melakukan modifikasi terhadap suatu alat atau metoda yang akan di gunakan. Dalam teknik Isolasi senyawa murni dari suatu bahan alam tidaklah mudah. Beberapa rangkaian proses harus di lewati untuk bisa menuju target senyawa organik tunggal yang kita incar tersebut. Tahap awal yang umum di lakukan adalah proses Ekstraksi, Fraksinasi, Isolasi, Pemeriksaan fisik dan kimia (Kemurnian, Titik leleh, Kelarutan, Serapan maksimun dengan UV spectra, Pemeriksaan Gugus Fungsi dangan IR, Elusidasi struktur dengan bantuan NMR  dan lain-lain).

Laboratorium in Tokushima

Gravitasi Kolom

Terus terang saja serangkaian tahap itu memakan waktu yang lama dan butuh ketelatenan dan kesabaran. Seandainya saja pada proses awal kita sudah mengalami berbagai kegagalan atau ketidaksuksesan maka sudah dapat dipastikan kita tidak akan berhasil menemukan senyawa target tersebut.

Nah..kalau saja kegagalan kita di sebabkan hanya karena kesalahan teknik atau metode (akibat tidak adanya standar pasti) atau karena sang Analis atau asisten tidak berada ditempat, tentunya penelitian tersebut tidak akan selesai dengan baik karena butuh waktu yang lebih lama dan dana yang juga banyak (saya pernah sangat kebingungan karena tidak adanya salah satu dosen pembimbing, sehingga apa yang sedang saya kerjakan tidak maksimal dan harus di ulang..*_*).

Kali ini saya ingin berbagi soal teknik pemisahan yang sering di gunakan , yaitu “kromatografi”. Kromatografi pada prinsipnya merupakan teknik pemisahan atau penyederhanaan suatu senyawa yang didasarkan pada banyak hal seperti berdasarkan tingkat kepolaran, kelarutan, berat molekul ataupun keterikatannya satu dengan yang lain (kation dan anion).

Biasanya kromatografi dilakukan dengan menggunakan suatu “kolom” (wadah seperti bangunan tabung) yang terdiri dari fase diam dan fase gerak. Fase diam adalah zat/bagian yang berada di dalam kolom (misalnya :Silika, Sepahadex dan C18) yang dipadatkan sedemikan rupa agar nantinya kolom tidak retak. Sedangkan fase gerak atau yang biasa disebut “Eluen” merupakan pelarut organik yang di lewatkan pada kolom yang telah berisi dengan fase diam dan sampel (ekstrak yang akan kita pisahkan/ sederhanakan). Cairan yang keluar (eluen) yang keluar kemudian di kumpulkan dalam vial atau wadah lain yang cocok. Gambaran ini merupakn prinsip kromatografi secara  general. Di bawah ini saya akan mencoba memaparkan tentang Kromatografi Radial. Merupakan salah satu teknik kromatografi juga namun tidak menggunakan kolom berupa tabung. Media pemisahannya berupa lempengan dengan fase diam yang di lekatkan pada lempengan berbentuk piringan.

Kromatografi Radial



Prinsip kerja :

Kromatotron memiliki prinsip sama seperti kromatografi klasik dengan aliran fase gerak yang dipercepat oleh gaya centrifugal. Kromatografi jenis ini menggunakan rotor yang dimiringkan dan terdapat dalam ruang tertutup oleh plat kaca kuarsa, sedangkan lapisan penyerapnya berupa plat kaca  yang dilapisi oleh silika gel. Plat tersebut dipasang pada motor listrik dan diputar dengan kecepatan 800rpm. Pelarut pengelusi dimasukkan ke bagian tengah pelarut melalui pompa torak sehingga dapat mengalir dan merambat melalui lapis tipis karena gaya sentrifugal. Untuk mengetahui jalannya proses elusi dimonitor dengan lampu UV.

Gas Nitrogen dialirkan kedalam ruang plat untuk mencegah pengembunan pealrut pengelusi dan mencegah oksidasi sampel. Pemasukan sampel itu diikuti dengan pengelusian menghasilkan pita2 komponen berupa lingkaran sepusat. Pada tepi plat, pita2 akan terputr keluar dengan gaya sentrifugal dan ditampung dalam botol fraksi..cek dg KLT (HOSTETTMANN, 1995)

Cara kerja :

  1. Buat plat penyerap
Tebal (mm) ∑ silica (g) Vol Aquadest (mL) ∑ Sampel (mg) Penambahan Eluen (mL)
0,5 35 73 ≤ 50 10
1 45 95 50-300 20
2 65 135 300-750 40
4 120 250 750-1,5 80

Cara pembuatan:

–          Siapkan Aq.Dest dalam wadah kaca tertutup sesuai dengan tebal pelat yg dibutuhkan dan dinginkan pada suhu ± 10oC

–          Siapkan plat kaca yg bersih dan kering, beri pembatas dari plastik (selotip transparan gede) sebagai cetakan dipinggir kaca

–          Pasangkan baut/besi  dipusat plat kaca yang berlubang sehingga kaca tidak bergetar atau bergoyang

–          Dalam pembuatan plat, masukkan seluruh silca gel pada aq.Dest bersuhu 10OC, kocok 25-30 detik

–          Tuangkan silica kepermukaaan kaca sehingga merata keseluruh permukaan kaca sambil memutar plat kaca dengan posisi tegak dan mengentakkannya perlahan

–          Simpan pada suhu kamar pada suhu kamar selama 24 jam.

NB. Kloroform yg akan di gunakan dalam kromatotron harus di netralkan dengan Al2O3

Cara kerjanya secara teknikal adalah :

  1. pastikan plat yg digunakan sesuai dg jumlah sampelnya dan telah di cuci dg MeOH(bila plat yg digunakan adalah plat bekas)..aktifkan dalam oven suhu , 80oc selama 20 menit. Keluarkan dan pasang lagi pada alat
  2. Plat harus dibasahkan terlebih dahulu dengan Heksana hingga ada yg menetes
  3. Masukkan sampel yg telah dilarutkan dl Aceton (ideal) pada saat plat masih basah dg Heksana. Bila tidak larut dalam Aceton bisa ditambah dengan sedikit MeOH
  4. Setelah semua sampel masuk maka biarka dulu kering sampel kita itu
  5. Tambahkan eluen yg sesuai (Rf 0,3 paling tinggi n dominan) dalam volume yang sesuai.
  6. Amati pemisahannya dengan lampu UV
  7. Eluat yg keluar ditampung dan di cek dengan KLT

Pengalaman dan pengetahuan teentang KBA sebagian besar saya peroleh selama di Universitas Andalas, Padang. Semuanya tidak terlepas dari bimbingan Dosen-dosen  yang sangat luar biasa (p Dayar, P Dedi, P Amri, P Alen, Bu Dian dll). Sedangkan keterangan tentang kromatografi radial ini terutama saya peroleh dari beberapa literatur dan pengalaman saya saat magang di Laboratorium Kimia Organik Bahan Alam (KOBA), Institute Teknologi Bandung (ITB). Sangat beruntung rasanya dapat menimba ilmu dari banyak orang dan banyak tempat..Moga manfaat..^_^

“Bergurulah kepada siapa saja, Dimana saja dan Kapan saja”

3 thoughts on “Natural Product Chemistry..Make it Simple Pliz!!

  1. tyerima kasih atas ilmunya, sungguh bermanfaat. Kalo boleh mau tanya nih.., bgmn cara memasukkan sampel dlm plat ya/ apa harus ditotolkan atau bagmana? trims

  2. sampel harus diencerkan terlebih dahulu dengan pelarut yang sesuai dan sesedikit mungkin. di teteskan setelah plat pada kromatografi radial kita hidupkan dan telah basah dengan heksan…
    o y btw target senyawanya apa??sampelnya sudah berupa fraksi atau sudah hny tggal bbrp snywa?
    moga manfaat ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s