Air Handling System

SISTEM TATA UDARA (Air Handling System/ AHS)

Salah satu aspek CPOB 2006 di Bab III mengemukakan tentang Bangunan dan Fasilitas. Prinsipnya adalah untuk pembuatan obat hendaklah memiliki desain, konstruksi dan letak yang memadai, serta di sesuaikan kondisinya dan di rawat dengan baik untuk memudahkan pelaksanaan operasi yang benar.  Tata letak dan desain ruangan harus dibuat sedemikian rupa untuk memperkecil terjadinya kekeliruan, pencemaran silang dan kesalahan lain, dan memudahkan pembersihan, sanitasi dan perawatan yang efektif untuk menghindari pencemaran silang, penumpukan debu atau kotoran, dan dampak lain yang dapat menurunkan mutu obat.

Salah satu faktor yang menentukan kualitas obat adalah kondisi lingkungan tempat dimana produk tersebut dibuat/ di produksi. Kondisi lingkungan yang kritis terhadap kualitas produk, antara lain adalah :

  • Cahaya
  • Suhu
  • Kelembaban relatif
  • Kontaminasi mikroba
  • Kontaminasi partikel

Sebagai upaya mengendalikan kondisi lingkungan tersebut, maka setiap industri farmasi wajib memiliki Air Handling System. Seluruh regulatory code (WHO TRS 902/2002; WHO TRS 908/2003 DAN OIC/S 2006) mensyaratkan Sistem Tata Udara harus dikendalikan dan dikualifikasi. AHS sering disebut juga HVAC (Heating, Ventilating and Air Conditioning). Sistem tata udara tidak hanya mengatur mengontrol suhu ruangan (misalnya AC konvensional) melainkan juga kelembaban, tingkat kebersihan (sesuai dengan kelas ruangan yang dipersyaratkan), tekanan udara, dan sebagainya. Sistem tata udara yang di gunakan tergantung dari jenis produk yang dibuat dan tingkat kelas ruang yang di gunakan, miaslnya ruang produksi sterile, beta-laktam, non sterile, sefalosporine dan sebagainya.

Baik dalam CPOB (2001) maupun cGMP, penentuan kelas ditentukan oleh parameter-parameter  dibawah ini :

  • Jumlah partikel di udara lingkungan
  • Jumlah mikroba
  • Jumlah pergantian udara (Air change)
  • Air flow, pola aliran udara
  • Filter
  • Perbedaan tekanan antar ruang
  • Suhu dan kelembaban relatif

Air Handling Unit (AHU)

AHU merupakan sistem yang mengatur tata udara, terdiri dari seperangkat alat yang dapat mengontrol suhu, kelembaban, tekanan udara, tingkat kebersihan (jumlah partikel/mikroba), pola aliran udara, jumlah pergantian udara dan sebagainya, di ruang produksi sesuai dengan persyaratan ruangan yang telah di tentukan.

Pada dasarnya AHU terdiri dari :

  1. Cooling coil (sering di sebut juga Evaporator)

Berfungsi untuk mengontrol suhu dan kelembaban relat f udara yang didistribusikan ke ruang produksi. Di maksudkan agar  di hasilkan output udara, sesuai spesifikasi ruangan yang telah di tetapkan. Prosesnya terjadi dengan mengalirkan udara yang berasal dari campuran udara balik dan udara luar melalui kisi-kisi operator yang bersuhu rendah. Proses ini menyebabkan terjadinya kontak antara udara dan permukaan kisi evaporator sehingga akan menghasilkan udara dengan suhu yang lebih rendah dan uap air mengalami kondensasi. Hal ini menyebabkan kelembaban udara yang keluar juga berkurang.

2. Blower

Berfungsi untuk menggerakkan udara di sepanjang sistem distribusi udara yang terhubung dengannya. Blower yang di gunakan dalam AHU berupa blower radial yang terhubung dengan motor penggerak blower. Energi gerak yang di hasilkan oleh motor ini selalu menghasilkan frekuensi yang tetap, hingga selalu akan menghasilkan output udara dengan debit yang tetap.

3. Filter

Berfungsi untuk mengendalikan dan mengontrol jumlah partikel dan mikroorganisme yang mengkontaminasi. Biasanya ditempatkan di dalam rumah filter (Filter House) yang di desain sedemikian rupa supaya mudah di bersihkan dan atau di ganti. Beberapa jenis filter untuk AHU :

  1. Pre-filter (efisiensi penyaringan 35%)
  2. Medium filter(efisiensi penyaringan 95%)
  3. High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter (efisiensi 99,997%)

4. Ducting

Berfungsi sebagai saluran tertutup tempat mengalirnya udara. Terdiri dari saluran udara yang masuk (ducting supply) dan saluran udara yang keluar dari ruangan produksi dan kembali ke AHU (ducting return).  Ducting didesain sedemikian rupa agar bisa mendistribusikan udara ke seluruh ruangan dan terdapat insulator di sekelilingnya yang berfungsi sebagai penahan penetrasi panas dari udara luar.

5. Dumper

Merupakan bagian dari ducting AHU berfungsi untuk mengatur jumlah udara yang dipindahkan ke dalam ruangan produksi. Berguna untuk mengatur besarnya debit udara yang sesuai dengan ukuran ruangan.

__;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;___;;;;;

Literature :

CPOB 2006

Manajemen Farmasi Industri

One thought on “Air Handling System

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s