Demam fotografi?? Ternyata Seru !!

Jeprat jepret

My Village

Kita manusia memiliki beragam kebutuhan dan keinginan dalam hidup ini. Beberapa contoh misalnya  kita akan selalu memiliki keinginan untuk di hargai, dicintai, disayangi , di akui dan keinginan untuk slalu dikenal oleh banyak orang. Tak heran kalau profesi sebagai publik figur menjadi incaran banyak orang tuk mendapatkan  popularitas, selain itu juga menjanjikan dalam hal keuangan. Banyak cara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.  Namun saat ini saya tertarik untuk membahas bidang fotografi sebagai salah satu media pencapaian kebutahan ini. Fotografi  merupakan salah satu cara yang paling digandrungi karena sangat mudah, murah, efektif dan sangat efisien untuk dilakukan. Dengan kemajuan teknologi saat ini kita bisa jeprat-jepret ribuan kali tanpa harus khawatir dengan persoalan biaya untuk cuci foto (wkwk..cukup berupa file ajaJ ), lalu pilih foto terbaik, bila perlu di edit dulu biar lebih mantep!!.

Adanya internet juga sangat memudahkan untuk biaya publikasi, miliki account FB atau sejenisnya lalu di upload dan di publish!!!! Jadi deh tu…

Dengan aneka gaya dan keunikan yang ditampilkan agar terlihat menarik perhatian oleh mata yang memandangnya..hmm istilah “ NARSIS” mungkin lebih sering kita dengar saat ini untuk mereka-mereka yang senang di foto. Bahkan pernyataan “Ga Eksis klo Ga Narsis” di jadikan jargon untuk orang yang senang menjadi objek fotografi.. (^_^…hayo siapa aja yang termasuk dalam persatuan jargon ini???)

Narsis Mode ON

Namun tidak semua orang menempuh langkah yang sama untuk tetap eksis..alias GA NARSIS lho!! Uups..ini ga bermaksud untuk menyinggung pihak manapun..hi..hi..peace ah..^_^

Hal ini dikarenakan lately beberapa di antara kerabatku terjangkit demam fotografi. Mereka lebih senang menjadi subjek dibandingkan menjadi objek fotografi. Mereka seperti maniak,  yang memperhatikan keadaan disekelilingnya lalu jepreeeet…jepreeeet…jepreeeet.yang tepat sambil meng-otak atik  kamera yang mereka punya. Ada yang dengan kamera saku, kamera hp atau bahkan kameraSLR (Single Lense Reflect) dengan harga yang lumayan mahal.  Mengatur ISO, aperture, Depth of field, komposisi de el el agar gambar yang dihasilkan sesuai dengan keinginan. Berbagai fitur yang tersedia di kamera juga tak luput dari perhatian mereka, misalnya :

  1. Mode Auto, Kamera akan berusaha menebak karakteristik seluruh obyek dalam frame serta kondisi cahayanya lalu menentukan semua besaran setting diatas. Mode ini efektif untuk pemula, tetapi hanya menghasilkan foto yang benar namun bukan luar biasa
  2. Mode Portrait (biasa dilambangkan dengan ikon dengan kepala wanita), Kamera akan memilih DOF yang sempit (angka aperture sekecil-kecilnya) sehingga obyek yang di foto akan terisolasi dari background, sehingga ruang fokus hanya akan berada pada subyek saja sementara background terlihat kabur.
  3. Mode Macro (biasa dilambangkan dengan ikon bunga)
    Mode ini diperlukan saat kita ingin mengambil foto benda-benda kecil dari jarak dekat (close-up). Dengan mode ini, kita bisa mendekatkan  ujung lensa sedekat-dekatnya (biasanya antara 2-8 cm dari obyek) sehingga benda sekecil apapun akan terlihat cukup besar dan detail.
  4. Mode Sport (biasa dilambangkan dengan ikon orang berlari), mode ini dirancang untuk membekukan gerakan. Di mode ini, kamera akan memperkecil shutter speed sekecil mungkin sehingga ketika membidik subyek bergerak  foto yang dihasilkan akan tetap tajam.
  5. Mode landscape (biasa dilambangkan dengan ikon gunung), mode ini adalah kebalikan dari mode portrait. Kamera akan menggunakan angka aperture sebesar mungkin, sehingga bidang fokus foto (Depth of Field – DOF) bisa seluas mungkin. Dengan begitu  keseluruhan bagian foto dalam frame akan tajam. Sesuai namanya, mode ini didesain dipakai saat kita memotret pemandangan alam, namun juga bisa digunakan saat memotret orang namun kita ingin background tetap terlihat tajam.
  6. Mode Night (dilambangkan dengan ikon bintang atau bulan), mode ini didesain untuk bekerja dalam kondisi cahaya yang minim, baik saat malam maupun kita berada dalam ruangan yang remang.
  7. Mode Beach / Snow, menyeimbangkan eksposur supaya putih-nya salju atau pasir pantai tidak kehilangan detailnya dan juga tidak terlalu pucat dengan menaikkan eksposur. White balance diset di sinar matahari.
  8. Mode Fireworks, tanpa flash, shutter speed diset lumayan lama untuk merekam pergerakan percikan kembang api dengan baik. Mode ini sebaiknya diimbangi dengan memakai alat bantu untuk menstabilkan kamera supaya tidak goyang, misal tripod.
  9. Mode Panorama – memotret urutan foto yang nantinya akan digabung sebagai panorama.

Beberapa mode diatas merupakan fitur yang sering ditawarkan oleh kamera digital pada umumnya. Namun terkadang kita menjadi bingung mengenai fungsi dari fitur-fitur tersebut. Saya bukanlah orang yang tahu banyak tentang dunia fotografi, namun setidaknya saya ingin tahu lebih banyak. Untuk lebih jelas silahkan bongkar disini!!

Buat rekan-rekan (Raymond, Ariya, Yori, Sally, Tasya, Onya, dll) yang lagi doyan dunia fotografi…TETAP SEMANGAT!!!

Safari Ramadhan sambil Fotografi

Safari Ramadhan sambil fotografi

Kamera Saku

PEC`s in Action

Bos Baut ga mau ketinggalan!!

Mou Ariyakun

Beberapa gambar yang tertangkap oleh saya sebagai fotografer (ha..ha..n_n) saat mereka sedang beraksi jeprat-jepret..!! Safari Ramadhan sambil fotografi ternyata seru juga..laen kali kita cari objek lain yang lebih heboh dan manfaat tentunya ya minnasan. Ciptakan karya terbaik dari yang terbaik..Yosh…Ganbatte!!

5 thoughts on “Demam fotografi?? Ternyata Seru !!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s