MeriaNg in NgeBlog Time

Hari ini saya dan PEC member punya agenda NgeBlog Bareng. Senang rasanya bila kita bisa terus melakukan agenda yang bermanfaat seperti ini. Karena terlalu semangatnya saya sudah 2 kali salah dalam menafsirkan waktu yang dijadwalkan untuk agenda Ngeblog, pertama saya menyangka akan di adakan jam 09.30 WIB pagi ini, kedua saya menyangka akan diadakan pukul 21.30WIB malam. Kenyataannya acara Ngeblog ini berlangsung pada pukul 20.30 WIB. Ditambah lagi dengan jaringan internet yang buruk malam ini juga membuat saya kewalahan untuk bisa sesegera mungkin bergabung dengan the BloGer yang ikut berpartisipasi. Alhasil saya mendapat pesan peringatan karena acara telah dimulai hampir 45 menit yang lalu..Ha..ha..Gomen Nasai minnasan ^_^

Klo boleh sharing, sebenarnya hari ini saya dalam keadaan kurang sehat.  Sehabis mengajar sore ini, hujan mengguyur sebagian besar langit di kota Tangerang. Efeknya ya ternyata langsung terlihat pada diri saya, kena flu dan panas dingin alias MeriAnG.Tapi mungkin ini juga merupakan akumulasi dari aktivitas saya beberapa hari yang lalu di Puncak-Bogor. Acara LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan) yang di adakan oleh lembaga dimana saya mengajar itu di adakan selama 2 hari dengan konsep outbond serta 70 orang peserta.  Sehabis mandi badan saya langsung menggigil dan saya bergegas mencari selimut untuk menghentikan tremor yang melanda tubuh ini. Sempat terlintas dalam pemikiran saya untuk tidak mengikuti NgeBlog bareng PEC ini, karena kepala agak sedikit senut-senut..(ibarat sebuah lagu dangdut ni Nyut..Nyut..Nyut kepala rasanya mau pecah..shalala lala lala).

Tapi pemikiran itu segera saya tepis untuk menghilangkan rasa ga enak karena si MeriAng ini. .(kecek urang diraso-raso bana lo sakik ndak rancak doh..ho..ho). Sesaat saya akan menekankan jari saya pada tombol-tombol di keyboard untuk  mulai menulis, terdengar alunan lagu dari seorang “Darin Zanyar”  :

“Doctor, Actor, Lawyer or Singer

Why not President be Dreamer

You Can be Just the What You Wanna be..”

Ternyata some one (Hiinciim..) is calling me..Uups..mesti tertunda lagi deh nulisnya. Terpaksa saya jelaskan pada si penelpon bahwa untuk 1 jam ke depan tidak bisa di ganggu (he..he..Sok sibuk mode : ON). Dan pada akhirnya saya bisa mengukirkan kata-kata pada blog ini dengan lega, tanpa gangguan.

Banyak orang sering bertanya kenapa kita harus menulis???atau bagaimana untuk memulai sebuah karya tulis??

Pertanyaan yang sama dulu sempat saya ajukan pada diri saya. Dari beberapa referensi yang saya baca seperti :

“Mengikat Makna & Andaikan Buku Sepotong Pizza” dari Hernowo, Academic Writing, Bagaimana memulai untuk menulis dan lain sebagainya..didalamnya tertuang berbagai tips untuk memulai suatu tulisan. Buku pertama yang saya sebutkan adalah buku yang paling saya sukai. Disampaikan dengan bahasa yang santai dan mudah dimengerti (tamakan kaji), sehingga memotivasi saya untuk segera mulai menulis.

Saya sangat setuju dengan pernyataan ” Tulis apa yang kamu kerjakan dan Kerjakan apa yang kamu Tulis”, karena ini dapat mempermudah kita dalam banyak hal. Misalnya penyusunan agenda yang akan kita lakukan kesehariannya agar tidak lupa atau berdempet. Juga bisa kita jadikan sebagai alat evaluasi terhadap kinerja/target/ riwayat yang selama ini yang akan/telah kita lakukan dalam hidup kita. Bisa juga sebagai pengingat akan sesuatu hal penting yang harus kita ingat dalam sebuah peristiwa untuk dijadikan bahan pembelajaran.  Selain itu menulis ternyata juga dapat membantu kita dalam menuangkan kegundahan atau kegelisahan ataupun kreativitas yang ada dalam diri kita. So..secara psikologis sangat membantu.

Baru-baru ini, salah satu contoh nyata yang menerapkan “Menulis sebagai Terapi” adalah bapak BJ Habibie dengan karyanya dalam buku “Habibie dan Ainun”.



Beliau menjadikan karya tulis sebagai terapi untuk mengobati kegundahan dan kegelisahan yang dihadapinya akibat kepergian istri yang amat di cintainya. Buku yang SANGAT LUAR BIASA, sangat inspiratif dan kisah cinta yang sangat mengharukan. Di dalam buku ini terlihat jelas bahwa bapak B.J. Habibie adalah orang yang menerapkan dengan baik konsep “Tulis apa yang kamu kerjakan dan Kerjakan apa yang kamu Tulis”. Beliau mencatat agenda kesehariannya disertai dengan waktu dan tempat kejadian. Sehingga beliau dapat merasakan kembali nuansa silam saat-saat indah bersama belahan jiwanya..(Duh..ROMANTIS gitu lho..). Silahkan baca sendiri untuk tahu lebih jauh dan semoga dapat menambah motivasi kita untuk terus berkarya dalam bentuk tulisan…

Keuntungan nyata yang saya rasakan setelah menulis tulisan ini adalah sembuh dari sakit saya..(he..he..setidaknya berkurang). Meriang yang penuh Hikmah hari ini..NgeBloG bikin meriang saya hilang..

So Keep NgeBlog n Nulis ya guys ^_^

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

PS. Karya ini di buat dalam rangka NgeBlog Bareng PEC dalam waktu yang di tentukan..!!

8 thoughts on “MeriaNg in NgeBlog Time

  1. The First : kk ai chaaan…syafakillaah yaaah..^__^
    smga meriang nya jd penggugur dosa2…

    hmm..menarik, menarik banget dah kk aichan..
    tulisannya : flow..mengalirr,,,hee

    yg paling terkesan di bagian “Menulis sebagai Terapi” ..
    hmm bener bet dah!
    merasakan soalnya…
    bener2 menterapi dah! memuarakan gundahh…
    hmmfhh…

    macam psikolog lah ngeblog ni yah kk ai??
    hihihi

  2. Aslkm kak.. waah terkesan sama kata2 ” Tulis apa yang kamu kerjakan dan Kerjakan apa yang kamu Tulis”, tapi mengapa terkadang gk semua yg kita tulis terkadang gak sesuai ama yg di kerjakan. kayak nulis jadwal kegiatan sehari2, slau aja meleset dari yg di tulis.😀

  3. Pingback: Saturday Night: Blogging with PEC « Pharmacy English Club's Zone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s