Menjadi Umat Terbaik

Cisarua, January 15-16/2011

By. Nurmila Sari

Menjadi Umat Terbaik

This slideshow requires JavaScript.



Kembali menjadi anak AbeGe???? seru kalii yaa??? ABeGe identik dengan hal-hal yang menyenangkan..masa dimana kita selalu berada dalam keadaan yang menyenangkan, pikirku saat itu. Tidak ada yang namanya masalah, semua kejadian dianggap enteng dan ajang seru-seruan dengan temen-temen. Masa-masa puber,lagi seneng dengan lawan jenis dan perasaan “PALING” diantara yang lain..Paling jago, paling pinter, paling cantik, paling ganteng, paling bijak, paling baik dan paling benar..

Ketika ada masalah yang berhubungan dengan sekolah, hal wajib yang mesti dilakukan adalah merengek…pada guru BP, petugas TU dan kepala sekolah. Bila tidak terselesaikan ya lapor orang tua tersayang deh…masalah finansial juga tinggal lapor ortu, tanpa harus berpikir keras bagaimana cara mendapatkannya.

Happy…Happy all the time whenever, wherever you want to…no one can stop you if you prefer to do that!!! We are the owner of the world!!! That is the most thinking of the teenagers when they were in that time. ..(I guess..coz I felt that feeling when I was teenager ^_^)

Tapi tentu jelas pendapat ini tidak bisa diberlakukan untuk semua orang, apalagi yang masa remajanya dihiasi dengan berbagai tuntutan yang sangat keras dari orang tua mereka. Tidak jarang anak dijadikan perpanjangan tangan orang tua untuk melanjutkan cita-cita atau keinginan mereka yang belum kesampaian.

Untuk kasus remaja yang dipenuhi dengan banyak tuntutan, saya merasa sebagai salah satu anggota perkumpulan ini. Dengan background pendidikan sekolah kejuruan menjadikan saya/kami menjadi orang yang sama sekali tidak seperti remaja kebanyakan. Sekolah menengah farmasi adalah pilihan yang dijatuhkan ortu kami saat itu sebagai jenjang pendidikan yang terbaik bagi kami atau lebih tepatnya SAYA. Sebagai anak farmasi saat itu di tuntut untuk mampu mencapai nilai minimal standar yang ditetapkan, tanpa memandang beban pelajaran yang diberikan. Saya tidak bermaksud mendramatisir kisah ini, tapi memang begitulah kenyaataanya, karena bila tidak, maka kami akan di Drop out dari sekolah tersebut.

Tiap hari dihabiskan dengan kegiatan belajar dan praktikum. Sampai dirumah harus menghapal banyak bahasa latin dan bahasa ilmiah yang sama sekali asing bagi kami. Hampir semua mata pelajaran bersifat hapalan..ga enak banget mesti memaksa otak sendiri untuk kerja keras terhadap suatu hal yang tidak disenangi kaan…..(tapi itu dulu..sekarang sayanya sudah insaf, sadar bahwa itu bukan suatu pemaksaan terhadap otak saya, melainkan suatu kebutuhan..ha..ha..). ..tapi ya sudahlah…saatnya menuju kisah sebenarnya, ini  hanyalah sebagai pengantar dari inti pembicaraan kita malam ini saudaraku..^_^

15 Januari 2011, malam minggu kedua…berada dikawasan Cisarua sungguh hal yang tak terduga. Suasana sejuk dibarengi dengan gerimis yang tidak konsisten akan kedatangannya sambil dibarengi dengan desiran angin yang meniup dedaunan pohon-pohon sekeliling kolam renang. Bawaanya laper mulu trus makan, alhasil setelah perut kenyang bikin mata berayun lembut and paling nyaman untuk tidur nyenyaaaaaaak..(brrr..enaaknya). Eiits… ntar dulu kita selesaikan kisah ini terlebih dulu ya temaan..!!

keberadaan saya disini bukan tanpa alasan, tapi  karena ikut mendampingi anak-anak Ayuda Husada jurusan farmasi n perawat untuk LDK (Latiha Dasar Kepemimpinan). Melihat tingkah laku mereka bikin saya teringat dengan masa tempoe doeloe sambil sesekali tersenyum kecil bila kejadiannya mirip dengan yang saya alami ketika seusia mereka. Bercengkrama dengan teman-teman terdekat dengan tingkah usil n jahil mereka. Paling seneng klo liat temen kewalahan karena di gerecokin..ha..ha….Tiap murid punya banyak cara  untuk mencari perhatian dari guru-guru mereka atau siapa saja biar tetap eksis..he..he..

Wah wah..saya seperti bercermin ke masa lalu dengan melihat tingkah mereka. Menurut saya mereka sudah sangat beruntung di saat ini telah mendapatkan pelatihan kepemimpinan. Di era saya, LDK baru saya dapatkan dimasa kuliah. Saya sangat bersyukur dengan apa yang saya dapatkan dahulu dimasa kuliah, begitu banyak pelatihan kepemimpinan dan pembentukan karakter yang saya peroleh sebagai bekal menghadapi dunia nyata. Realita disekitar kita menuntut tiap individu untuk memiliki soft-skill. Soft-skill tidak didapatkan dari jenjang pendidikan normal yang diberikan dalam kelas, itu didapat dari organisasi dan dari berbagai training. Dengan adanya kemampuan dalam mengorganisasi suatu tujuan dengan sistem leadership yang baik maka mutlak merupakan jaminan untuk terus malaju ke depan. Ini kenyataan dilapangan yang mesti kita persiapkan dengan baik dan benar. Kita disini tidak berarti individu itu saja, tapi juga lembaga pendidikan dan tenaga pendidik yang ada. Lembaga dan tenaga pendidik berhubungan langsung dengan pengelolaan SDM, ini tidak mudah dan tidak boleh sembarangan. Kita punya tanggung jawab besar dalam mempersiapkan sumber daya manusia sebagai penerus bangsa. Mempersiapkan tenaga yang ahli dan siap pakai tidak semudah menuliskan kata perkata dari kalimat ini. Untuk itu saya sangat mendukung dan memberi penghargaan tinggi untuk institusi dan tenaga pengajar yang sadar dan mengerti dengan baik akan kebutuhan ini.

Proses pelatihan, awalnya sedikit membosankan, apalagi bila sifatnya teoritis dan dilakukan dalam ruangan. Untuk itu tim instruktur mesti berpandai-pandai dalam meramu komposisi suatu pelatihan. Jangan sampai peserta menjadi jenuh dan tidak antusias dalam mengikuti pelatihan yang diberikan (sebenarnya saya punya pengalaman yang cukup banyak sehubungan dengan proses pengkaderan dan leadership..insyaallah saya tuliskan dalam episode selanjutnya ya..^_^).

Waktu telah menunjukkan pukul 22.00 WIB, para  peserta LKD muncul bergerombol keluar dari ruangan training. Terlihat wajah-wajah yang penuh kelelahan dan kejenuhan, mata yang redup tak bersinar terang lagi..hi..hi..Jadi kebayang lagi deh tu masa jadul..when I was in that time!!! Ada yang langsung cari posisi enak untuk tidur, ada yang nyari kamar mandi, ada yang nyari makanan/minuman dan juga ada yang langsung nyari colokan untuk ngerecharge HP nya yang sudah low bat (maklum,,,LKD dilakukan di malam minggu gitu lho..).

Bermacam sikap dan tingkah laku yang muncul dari pribadi individu peserta LDK ini. Sudah sewajarnya semua itu di alami dalam suatu proses pelatihan. Namun secara psikologis, usia mereka yang masih belia tidak akan menerima kondisi ini, pasti dibarengi dengan keluhan dan komplain sebagai bentuk ketidaksukaan. Semua itu adalah proses, proses dimana pribadi unggul akan segera terbentuk. Ibarat proses penempaan batu berlian, agar diperoleh berlian yang penuh kilau cemerlang mesti diambil dari kedalaman perut bumi, mengalami proses penggalian, pengeboran dan pemanasan suhu ekstrim. DIAMOND  itu didapatkan dalam waktu yang lama.. begitu juga dalam pembentukan SDM yang ahli dan mumpuni dalam bidangnya, maka proses itu mesti ada, dijalani terus dengan penuh perjuangan. Cah Angon akan menjadi pribadi yang mapan dan bijaksana dalam menghadapi dunia nyata.

Bila Cah Angon telah menjadi seorang ksatria, maka ia sudah siap ditempatkan dalam kondisi apapun..maka tidak salah bila suatu lembaga menghabiskan begitu banyak dana untuk paket-paket pelatihan bagi SDM yang mereka miliki. In put yang besar demi mendapatkan out put yang berkualitas. Kualitas pribadi menghasilkan kualitas kinerja yang produktif dan efisien..semua serba berkualitas..

Bagi anak-anak AYUDA HUSADA, tetap semangat LDKnya ya!Tidak tiap anak punya kesempatan seperti kalian. Hanya orang-orang terpilih yang berada di Cisarua saat ini, maka lakoni dengan baik. Selamat menjalani proses pelatihan-pelatihan lainnya dalam kehidupanmu ya teman!!! Silahkan di KAIZEN kan (Ambil yang baik, buang yang buruk dan ciptakan sesuatu yang baru)..KAIZEN..KAIZEN DAN KAIZEN LAGI..

“DAN KAMU ADALAH UMAT TERBAIK YANG DICIPTAKAN ALLAH SWT…”

“MAKA APAKAH KAMU TIDAK MEMPERHATIKAN ??”

BAHKAN DALAM DIRI MU SENDIRI TERDAPAT TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH SWT

FAA BI AYYI A`LA IROBBIKUMA TUKADZIBAN

MAKA NIKMAT TUHAN MANA LAGI YANG KAU DUSTAKAN!!!

Moga bisa ketemu lagi dilain kesempatan…:)

One thought on “Menjadi Umat Terbaik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s